Sempat bergabung dengan beberapa
perusahaan MLM, Louis Tendean akhimya memilih dan fokus menjalankan bisnis MLM
Tianshi. Kini dia tercatat sebagai 2 star diamond gold lion, posisi yang
paling tinggi untuk Tianshi di Indonesia.
USIANYA terbilang
masih muda, 31 tahun. Tak heran jika semangatnya terlihat masih menggebu-gebu.
Apalagi kalau bicara soal MLM yang digelutinya, Tianshi (PT Singa Langit Jaya),
Louis Tendean bisa betah berjam-jam menjelaskan bisnis itu kepada lawan
bicaranya atau down line-nya yang ingin tahu Tianshi, termasuk soal
rahasia suksesnya.
Dengan jenjang posisinya saat ini, 2
star diamond gold lion, bapak satu anak ini bisa menikmati kemewahan
yang selama ini banyak didamba orang, seperti rumah mewah, mobil mewah, ataupun
berkali-kali berlibur ke negara lain. Hebatnya lagi, jenjang 2 star diamond
gold lion adalah posisi tertinggi untuk distributor Tianshi di Indonesia.
Asal tahu saja, di posisi diamond gold lion, ada lima bintang yang harus
dilalui distributor Tianshi sebelum dia meraih posisi paling puncak: director.
"Sebenarnya jenjang saya ini tertinggi di Asia Tenggara. Sedangkan
istri saya, Verawati Hartono, justru nomor satu di Indonesia. Dia sudah 1 star
diamond gold lion," jelas pria kelahiran Bandung, 6 Oktober 1974 ini
kepada WartaBisnis.
Tentu bukan perkara mudah bagi Louis
meraih semuanya itu. Bayangkan, dulu dia hanyalah anak muda yang ingin bekerja
sekadar membantu "asap dapur" orang tuanya. Apalagi ketika itu
musibah kebakaran menimpa rumah orang tuanya di Bandung. "Kami harus mulai
dari nol lagi. Makanya saya harus berpikir cepat bagaimana caranya mencari uang
untuk kelangsungan hidup kami. Kebetulan ada ternan yang menawari bisnis MLM,
yang katanya mudah dilakukan clan cepat kaya. Maka saya pun bergabung dengan
MLM itu," cerita pria yang sempat kuliah di Jurusan Teknik Industri
Universitas Maranatha, Bandung ini.
Lebih dari sarti MLM diikutinya,
tapi hampir semuanya berakhir dengan kegagalan, "Ada yang pendirinya
meninggal, lalu perusahaan itu bubar. Ada yang dibeli perusahaan lain, terus
caranya jadi berubah. Ada yang terimbas krisis moneter dan sebagainya,"
ungkap Louis yang setelah itu enggan mencari uang lewat bisnis MLM.
Bungsu dari lima bersaudara ini lalu
memutuskan berbisnis konvensional, dari mulai menjual panci, teflon, VCD,
sampai HP dengan cara door to door ataupun pameran. Tapi hasilnya tidak
seberapa. Malah dia merasa tertekan karena belum mampu memberi yang terbaik
buat orang tuanya. Nah, di saar itulah temannya mengenalkan Muhammad Trisulo
kepada Louis. Dua orang ini lalu menawarkan dan bergabung ke Tianshi, bisnis
MLM asal China yang ketika itu (tahun 2000) baru membuka jaringan di Indonesia.
Namun karena merasa trauma dengan MLM yang penah diikutinya, Louis dengan halus
menolak ajakan itu.
Tak putus asa, Trisulo sendiri
berkali-kali menyambangi Louis ke Bandung. "Berbulan-bulan saya berusaha
menghindar dari dia. Ibaratnya saya ini jaim (jaga image, Red).
Tapi, pelan-pelan ego saya akhimya runtuh juga sarna bujukan dan persuasi dia.
Maka, akhir 2001 masuklah saya ke Tianshi," papar pria yang kini menetap
di Resort Dago Pakar, Bandung. "Awalnya tak serius menjalankan
bisnis ini. Tapi bermula dari pengalaman akan produk makanan kesehatan Tianshi
yang bagus dan orang-orang yang saya sponsori makin tarnbah semangat, akhimya
saya berusaha menjalankan bisnis itu dengan serius," sambungnya.
Kini hasilnya memang menakjubkan. Down
line-nya kini sudah berkembang sampai 500 ribu orang yang tersebar tak
hanya Indonesia, tapi juga Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Australia.
Penghasilannya? Wow, sudah ratusanjuta rupiah sebulan. Dengan penghasilannya
seperti itu, dia kini bisa memiliki beberapa mobil dan hunian mewah, yang
sebagian didapatnya dari bonus sebagai distributor sukses di Tianshi. "Di
Tianshi, distributor sukses bisa mendapat mobil BMW gratis, selain kapal pesiar
dan pesawat (yang kedua terakhir ini dalam bentuk cash money, Red.),"
ungkap Louis yang kini sering menunggangi mobil hasil jerih payahnya, BMW 645
ci.
Louis yang grupnya kini punya pusat pelatihan
distributor sendiri bemama Unicore, berharap dia bisa meraih posisi puncak
sebagai director dalam beberapa waktu mendatang. "Bisnis MLM adalah
bisnis jaringan. Makanya, untuk menuju kesuksesan, kami hams bekerja
bersama-sama, tak bisa sendiri-sendiri," tandas pria yang punya moto
bisnis MLM 95% adalah impian dan sisanya 5% adalah teknis.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmantap. GOD bless you pak louise. semoga rizky yg anda terima, bisa menjadi sambung tangan Tuhan bagi orang2 yang membutuhkan Amin :-)
BalasHapusTianshi sudah bubar kan? Saudara saya juga pernah dapet BMW, sekarang malah terkatung2 nasibnya. RUmah mewahnya dijual, terbelit hutang, parah deh pokoknya. Makanya hati2 pilih MLM...
BalasHapus